Program summer school luar negeri 2027 mulai jadi incaran para pelajar dari Indonesia. Program tersebut diminati karena memberikan banyak keuntungan, tidak hanya pengalaman namun pembiayaan, hingga jaringan internasional. Di tahun 2027, ada beberapa program summer school internasional yang bisa diikuti. Simak artikel berikut untuk informasi program sekolah musim panas singkat.
Program Summer School Luar Negeri 2027
Summer school adalah program sekolah singkat yang biasanya diselenggarakan oleh lembaga pendidikan terutama universitas. Dinamakan summer school lantaran programnya digelar saat musim panas di tiap negara, biasanya digelar antara bulan Juni, Juli, hingga Agustus dengan durasi program 1 hingga 8 minggu.
Saat ini ada banyak program sekolah musim panas yang terbuka untuk pelajar asing. Berikut ini beberapa rekomendasinya.
- EPFL Life Sciences Summer Research Program
École Polytechnique Fédérale de Lausanne atau Institut Teknologi Konfederasi Swiss di Lausanne menggelar program summer school di tahun 2027. Program ini terbuka untuk seluruh mahasiswa dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Lewat program ini, EPFL mengajak pelajar yang tergabung dalam program summer school terlibat dalam penelitian di laboratorium EPFL.
Summer school di Swiss ini menarik untuk diikuti karena tidak hanya memberikan pengalaman baru, peserta juga akan mendapat benefit lain berupa uang saku sebesar 3.600 CHF atau sekitar Rp79.000.000.
Di tahun 2027, program summer school EPFL Swiss akan diselenggarakan selama 2 bulan mulai 5 Juli hingga 27 Agustus 2027. Program sekolah musim panas Swiss ini telah dibuka dan akan ditutup pada 15 November 2026. Untuk mendaftarkan diri segera isi formulir di website resmi EPFL.
- DAAD University Summer Courses
Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) kembali menyelenggarakan beasiswa DAAD 2027. Salah satu program yang diselenggarakan adalah summer school. Program ini terbuka untuk mahasiswa dari Indonesia terutama yang telah menjalin kerja sama dengan DAAD University. Para peserta diharapkan mampu memperluas pengetahuan akademik, memahami budaya, hingga punya kemampuan berbahasa Jerman.
Program summer school DAAD bersifat parsial. Peserta akan mendapatkan subsidi sebanyak 1x sebesar EUR 475,00 atau sekitar Rp9.652.000. Peserta juga akan mendapat akomodasi selama terselenggaranya program.
Untuk mengikuti program ini, kandidat harus memenuhi syarat usia minimal 18 tahun mahasiswa S1 dan S2 dari semua disiplin ilmu. Selain itu kandidat juga wajib bisa berbahasa Jerman minimal level B1. Selain itu persiapkan pula beberapa dokumen seperti CV berbentuk tabel, surat motivasi, transkrip semua ujian universitas dari dua tahun berturut-turut terakhir, dan dokumen penunjang lainnya. Pendaftaran dilakukan melalui website resmi DAAD Indonesia.
- WHO Summer School 2027
Organisasi kesehatan dunia WHO menggelar program summer school di tahun 2027 yang diperuntukkan bagi mahasiswa PhD, peneliti, praktisi kesehatan, hingga profesional. Program ini diselenggarakan di kantor regional WHO untuk Eropa, program sekolah musim panas ini mengajak pesertanya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan akademik di Nice, Prancis.
Program akan diselenggarakan selama 4 hari. Selama program, peserta akan mendapatkan kuliah dari ahli, lokakarya interaktif, latihan praktik, dan pembelajaran berbasis proyek.
Bagi Anda yang tertarik mengikuti program ini, segera lakukan pendaftaran di website resmi WHO Eropa. Pendaftaran sendiri akan ditutup hingga 23 November 2026.
Persiapkan Dokumen Pendaftaran Summer School 2027
Agar proses pendaftaran summer school di luar negeri berjalan lancar, pastikan mempersiapkan dokumen administrasi secara lengkap. Kandidat juga perlu menerjemahkan dokumen ke bahasa Inggris lewat penerjemah tersumpah (sworn translator). Layanan tersebut bisa didapatkan lewat Linguaplus.
Linguaplus melayani jasa penerjemah dokumen legal untuk kebutuhan pendaftaran summer school luar negeri 2027. Hasil terjemahan dijamin legal dan dapat digunakan untuk memenuhi syarat administrasi di luar negeri.



Leave A Comment