Banyak orang memahami bahwa perbedaan visa kerja dan visa bisnis ada pada jenis agenda atau kegiatan si pemegang di negara asing yang menjadi tujuannya. Perbedaan kedua jenis visa tersebut tidak hanya berkutat pada pemberian izin terhadap kegiatan atau agenda si pemegang, ada beberapa hal lain yang menjadi pembeda. Agar bisa menentukan visa apa yang cocok untuk Anda, simak artikel berikut ini.

Perbedaan Visa Kerja dan Visa Bisnis

Visa kerja dan bisnis sering diajukan oleh pekerja di suatu perusahaan atau pengusaha. Kedua visa kerap kali merujuk pada kegiatan yang sama yakni mendapat keuntungan tertentu dalam perjalanannya. Namun, kesalahan memilih visa justru akan berimbas pada kerugian yang harus ditanggung. Agar tak keliru memilih, ketahui apa saja perbedaan visa kerja dan bisnis.

  1. Agenda yang dilakukan

Visa kerja diperuntukkan bagi warga negara asing yang mendapat penghasilan atau kompensasi lewat agenda yang ia lakukan di negara tujuan. Berbeda, visa bisnis diperuntukkan bagi WNA yang bermaksud untuk melakukan agenda bisnis yang diizinkan, bukan agenda kerja atau kegiatan tertentu.

Contoh agenda yang boleh dilakukan dengan visa kerja seperti bekerja penuh waktu atau part time, kerja kontrak, perpindahan lokasi kerja, dan sebagainya. Sedangkan agenda visa bisnis contohnya adalah rapat antar vendor, meneliti peluang bisnis, melakukan survei investasi, dan menghadiri konferensi bisnis, dan sebagainya.

  1. Durasi yang diberikan

Visa kerja seringkali diberikan dalam jangka waktu hitungan bulan hingga tahun. Sebagai contoh, pekerja migran Indonesia (PMI) mengantongi visa kerja Jepang selama maksimal 5 tahun di negara tersebut. Sedangkan visa bisnis biasanya hanya diberikan dalam jangka waktu yang terbatas, biasanya dalam hitungan hari, minggu, hingga bulan tergantung kebijakan setiap negara.

  1. Proses permohonan

Proses untuk mendapat visa kerja biasanya lebih panjang. Pemohon visa ini biasanya akan diminta memenuhi berbagai persyaratan dengan peninjauan yang cukup ketat. Berbeda dengan visa bisnis yang biasanya mendapat perlakuan spesial dari negara asing. Hal itu terjadi karena visa bisnis biasanya berkaitan dengan investasi di negara tujuan.

  1. Syarat yang diperlukan

Syarat mengajukan visa kerja dan bisnis umumnya berbeda tiap negara. Namun, ada beberapa syarat umum untuk mengajukan visa kerja, misalnya, pemohon diminta melampirkan ijazah atau sertifikat kompetensi pemohon. Selain itu dibutuhkan pula bukti penerimaan kerja dari perusahaan yang ada di negara tujuan, bisa berupa kontrak kerja, surat rekomendas, dan sebagainya.

Kebutuhan dokumen yang perlu dilampirkan dalam permohonan visa kerja tentu tidak dibutuhkan saat mengajukan visa bisnis.

Tips Mengajukan Visa Tanpa Penolakan

Masyarakat yang berencana mengajukan visa dalam waktu dekat, disarankan untuk benar-benar memperhatikan syarat yang perlu dilengkapi. Berikut ini beberapa tips mengajukan visa kerja, bisnis, atau jenis lain tanpa penolakan.

  1. Pilih jenis visa yang benar dan sesuai dengan tujuan
  2. Ajukan rencana perjalanan yang jelas
  3. Ajukan visa jauh sebelum tanggal keberangkatan
  4. Pastikan seluruh data dokumen konsisten
  5. Lengkapi semua dokumen yang diminta
  6. Terjemahkan dokumen lewat jasa penerjemah tersumpah (Sworn Translator)

Jasa Penerjemah Tersumpah untuk Visa

Melampirkan hasil terjemahan dokumen saat mengajukan visa memang jadi hal penting untuk diperhatikan. Untuk menghindari penolakan dokumen, terjemahkan lewat jasa penerjemah tersumpah Linguaplus. Kami melayani penerjemahan berkas permohonan visa ke berbagai negara dengan berbagai macam bahasa asing.

Tidak hanya mengetahui perbedaan visa kerja dan visa bisnis, pastikan dokumen diterjemahkan secara resmi lewat penerjemah Linguaplus!