Jepang dan Australia sama-sama jadi negara favorit pekerja Indonesia untuk meniti karier. Meski kedua negara menjanjikan peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan berupah layak, perbedaan kerja di Jepang dan Australia cukup signifikan terutama dari segi gaji dan budaya kerjanya. Bagi Anda yang penasaran perbandingan kerja Jepang dan Australia, simak artikel berikut ini.
Perbedaan Kerja di Jepang dan Australia
Baik Jepang atau Australia sama-sama memiliki keunggulan masing-masing terkait dunia kerjanya. Berikut ini perbedaan iklim kerja di kedua negara tersebut.
- Bahasa kerja yang digunakan
Perbedaan paling mendasar adalah pada kebutuhan penguasaan bahasa yang perlu dimiliki. Bagi Anda yang sudah sedikit menguasai bahasa Inggris, Australia tentu jadi negara yang cocok untuk Anda bekerja. Sedangkan jika memilih Jepang sebagai tujuan berkarier, Anda perlu belajar bahasa Jepang dari awal mengingat bahasa ini tidak begitu banyak diajarkan di sekolah formal.
- Persyaratan Jepang lebih mudah
Untuk bekerja ke Jepang, calon pekerja bisa memanfaatkan kerja sama G to G yang terjalin antara pemerintah Indonesia dengan Jepang. Adanya kerja sama ini tentu memudahkan pekerja dari RI untuk berangkat dan bekerja di Jepang.
Sebaliknya, pekerja RI yang ingin ke Australia butuh effort yang lebih besar. Artinya calon pekerja harus benar-benar memperhatikan syarat dan ketentuan kerja di Australia.
- Fleksibilitas visa dan jenis pekerjaannya
Australia menawarkan fleksibilitas visa dan jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Hal itu bisa terjadi karena negara tersebut menyediakan visa working holiday (WHV), salah satu jenis visa kerja Australia yang juga diminati oleh masyarakat Indonesia. Pemegang visa WHV memungkinkan untuk bekerja di berbagai bidang atau berpindah ke pemberi kerja lain.
Sedangkan visa kerja Jepang mengharuskan pemegangnya untuk tidak berganti pekerjaan. Sebagai contoh, visa pekerja konstruksi hanya bisa dipakai oleh pekerja berketerampilan konstruksi. Begitu pula dengan visa lain.
- Pasar kerja
Pemerintah Jepang memang lebih terbuka dengan pekerja asing karena negara tersebut tengah menghadapi krisis demografi karena angka kelahiran rendah sedangkan angka pensiun tinggi. Krisis tersebut berimbas pada kurangnya pekerja terampil lokal. Untuk menutupi hal tersebut pemerintah Jepang aktif membuka lowongan kerja untuk pekerja asing sehingga seleksi sedikit lebih longgar.
Dibanding Jepang, pasar kerja Australia tingkat kompetisinya lebih sulit. Meski begitu pekerja yang benar-benar memenuhi kualifikasi akan diterima dengan baik.
- Pendapatan
Pendapatan yang diterima oleh pekerja asing di Australia tentu lebih besar mengingat negara tersebut memiliki kekuatan ekonomi yang stabil. Selain itu upah pekerja di Australia juga cukup tinggi. Sayangnya upah tinggi juga dibarengi dengan biaya hidup yang tinggi pula, terutama di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne.
Sedangkan upah yang diterima pekerja asing di Jepang memang tidak sebesar di Australia, namun kebutuhan hidupnya tidak begitu tinggi.
Jasa Penerjemah Tersumpah untuk Bekerja di Luar Negeri
Pekerja Indonesia yang ingin bekerja di Australia atau Jepang dan membutuhkan jasa penerjemah tersumpah untuk urusan dokumen, percayakan kepada Linguaplus.
Linguaplus adalah penyedia jasa Sworn Translator bahasa Inggris dan Jepang. Layanan ini dapat dimanfaatkan untuk pekerja migran yang butuh agar dokumennya diterjemahkan secara resmi dan legal. Dengan mempercayakan penerjemahan dokumen resmi pada kami, secara tidak langsung Anda ikut memperkecil berkas-berkas ditolak oleh otoritas baik Australia atau Jepang.
Dapatkan informasi terkait kerja di luar negeri, termasuk perbedaan kerja di Jepang dan Australia, atau terkait layanan penerjemahan dokumen legal hanya di webiste resmi Linguaplus.



Leave A Comment